TAHFIDZUL QUR'AN

     Tahfidzul Qur’an
a. Pengertian Tahfidzul Qur’an
Secara etimologi lafal tahfidz berasal dari kata baku Ha-Fa-Dza
yang artinya menjaga.Jika digabungkan tahfidzul-Qur’an artinya 
adalah menjaga Al-Qur’an. Sedangkan secara terminologi seorang 
pakar qiraat Al-Qur’an alumnus Universitas Ummul Quro Madinah, 
Dr.K.H.Ahsin Sakho Muhammad memberikan penjelasan. Bahwa, 
Tahfidzul-Qur’an adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dengan tujuan menghafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sehingga bisa 
membacanya di luar kepala.
Dapat di pahami dari uraian pengertian di atas, bahwa Tahfidzul￾Qur’an adalah, usaha seseorang dengan menggunakan berbagai cara 
dan bermaca-macam metode dengan tujuan dapat memasukan ayat 
demi ayat dari Al-Qur’an dalam hatinya. Sehingga ia mampu membaca 
Al-Qur’an tanpa melihat mushaf. Dengan niat mengabdikan diri 
menjadi penjaga wahyu Ilahi, ikhlas tulus hanya berharap ridho Allah 
swt.
b. Keutamaan Menghafal Al-Qur’an
Diantara beberapa keutamaan menghafal Al-Qur’an adalah:
1) Mendapatkan kedudukan yang tinggi dalam pandangan Allah, 
karena seorang penghafal Al-Qur’an akan banyak meraih pahala. 
Bisa digambarkan, jika setiap huruf yang dibaca seorang 
mendapatkan 10 pahala, jumlah huruf Al-Qur’an sebagaimana 
disebutkan Imam Suyuthi dalam al-Itqon adalah 671.323 huruf, 
maka jika seorang penghafal Al-Qur’an membacanya berulang￾ulang tentu akan banyak pahala yang didapatkan.
2) Penghafal Al-Qur’an yang menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an
dijuluki dengan “Ahlullah” atau keluarga Allah.
عَنْ أَنَسٍ،قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللّٰه صَلّى اللّٰه عَلَيهِ وَسَلَّم
"إِنَّ اللّٰه عَزَّوَجَلَّ أَهْلِيْنَ مِنَ النّاس"
قِيل : يَارَسُولَ اللّٰه،وَمَنْ هُم؟
"قل : أَهلُ أَلْقُرْأٓنِ،هُمْ أَهْلُ اللّٰهِ وَخَاصَّتُهُ"
 ََََََََََََََََََََََََََََََََََََّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّ َِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِArtinya: Dari sahabat Anas bin Malik r.a., Nabi saw. Bersabda: 
“Sesungguhnya bagiAllah ada orang orang yang terdekat 
dengaNya. Sahabat bertanya, siapakah mereka ya 
Rasululah ? Jawab Nabi, mereka adalah ahlul Qur’an. 
Mereka itu adalah keluarga Allah dan orang orang yang 
terdekat dengaNya.”
1. Nabi Muhamad saw, pernah menyegerakan penguburan sahabat 
yang meninggal dalam perang Uhud, yang hafalannya lebih 
banyak dari pada yang lainnya.
2. Nabi menjanjikan bahwa orang tua penghafal Al-Qur’an akan 
diberi mahkota oleh Allah pada hari kiamat nanti. ََََََََََََََََََََََََ
عن سهّل بن معادالجهنيّ عن ابيه :"أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : من قرأ القرآن وعمل بما فيه أُلبس والداه تاجاً يوم القيامة، ضَوْأوه احسن من ضوءالشمس في بيوت الدنيا،لوكانت فيكم،فماظنكم بالذي عمل بهذا
   Artinya: Dari Sahl bin Muadz al-Juhani, dari ayahnya, bahwa 
Nabi saw bersabda:Barang siapa membaca Al-Qur’an 
dan mengamalkan kandunganya, pada hari kiamat 
nanti kedua orang tuanya akan disematkan mahkota, yang cahayanya lebih indah dari pada cahaya 
matahari yang menerangi kediaman mereka di dunia. 
Jika demikian maka bagaiman penghargaan Allah 
terhadap orang yang mengamalkanya.


   Sumber referensi berasal dari pengasuh ponpes YANBU'UL ULUM  K.Abdul kholik Al hafidz.

0 Response to "TAHFIDZUL QUR'AN"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel