METODE MUDAROSAH page 1
Metode Mudarosah
a) Pengertian Metode Mudarosah
Mudarosah adalah bentuk masdar dari kata da-ra-sa
yang berarti mempelajari sesuatu hal, atau juga memiliki arti
belajar. Menurut WS. Winkel belajar adaalah “ Suatu aktifitas
mental / psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan
lingkunganya, yang menghasilkan perubahan perubahan dalam
pengetahuan – pemahaman, ketrampilan dan nilai – sikap.
Perubahan itu bersifat relatif, konstan dan berbekas”.
Untuk memahami pengertian Mudarosah, harus kita
pelajari dari asal usul katanya dalam bahsa Arab. Bisa di
telusuri asal usul kata mudarosah melalui kitab Al-AmsilatuTasrifiyah karya KH. Ma’sum Ali seperti pada tabel dibawah
Selanjutnya KH.Ma’sum Aly mengatakan :
Artinya: (Fiil tsulasi mujarod apabila mengikuti wazan Fa-ala
dengan penambahan huruf alif setelah huruf fa’,
mempunyai makna musyarokah ; antara dua orang.
Musyarokah artinya persekutuan antara dua orang
saling melakukan pekerjaan yang sama yang
dilakukan juga oleh orang lain. Sehingga dari
keduanya jadilah pelaku pekerjaan dan dikenai
pekerjaan. Contoh Zahid dan umar saling pukul
memukul.).
Memahami kalimat apa yang telah dikatakan oleh
KH.Ma’sum Aly tersebut, bahwa kata Mudarosah adalah kata
spesifik yang mempunyai pengertian umum :
(1) Satu orang melakukan pekerjaan belajar menghafal-AlQur’an dengan membaca ayat berulang-ulang sendirian
tanpa disertai, diikuti orang lain.
(2) Satu orang melakukan pekerjaan belajar menghafal AlQur’an dengan membacaa ayat berulang-ulang yang
ditemani satu orang lain. Tugas orang kedua hanyalah
menyimak,mendengarkan mengawasi pekerjaan yang
dilakukan orang pertama.
(3) Satu orang melakukan pekerjaan belajar menghafal AlQur’an dengan membaca Ayat berulang ulang sampai
hafal yang ditemani oleh dua orang atau lebih. Tugas
orang ini hanyalah mendengarkan saja atau boleh
menyimak.
(4) Satu orang melakukan pekerjaan belajar menghafal AlQur’an dengan membaca ayat berulang-ulang yang
ditemani satu orang atau lebih sehingga membentuk
kelompok atau halaqoh dan membaca ayat secara
bergantian diulang ulang sampai masing masing hafal.
(5) Beberapa orang melakukan pekerjaan belajar menghafal
Al-Qur’an membaca ayat berulang ulang yang disimak
oleh satu orang saja.
Kesimpulan yang bisa kita pahami dari metode
mudarosah ini adalah, proses menghafalkan Al-Qur’an dengan
cara ustadz pembimbing membuat kelompok yang
beranggotakan 3 santri. Setiap satu santri membaca satu ayat
diulang-ulang 7 kali sampai 11 kali secara bergantian. Setelah satu ayat itu mampu dihafal dengan baik dan benar baru
berganti kepada ayat berikutnya. Biasanya kegiatan mudarosah
didalam pondok pesantren Yanbu’ul-Ulum dilaksanakan pada
waktu sahur sampai bakda Subuh.
b) Langkah langkah metode Mudarosah
Langkah langkah metode mudarosah dalam
menghafalkan Al-Quran akan peneliti jabarkan melalui tujuh
tahapan teknik sebagai berikut :
(1) Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memulai
menghafalakan Al-Qur’an menggunakan metode apapun
termasuk metode mudarosah adalah mengikhlaskan niat.
Karena mengikhlaskan niat memiliki pengaruh yang besar
dalam perjalanan kita menghafalkan Al-Qur’an.
Dalam sebuah Hadist shahih Rasululoh bersabda :
Hafs, Umar bin Khatab bin Nufail bin Abdul
Aziz bin Qurt bin Rozah bin Adiy bin Kaab bin
Luaiy bin Ghalib Al-Quraisy ra. Umar
berkata : Saya mendengar Rasululoh saw
bersabda : Sesungguhnya amal – amal itu
berdasarkan niatnya. Dan sesungguhnya setiap
seseorang menurut apa yang menjadi niatnya.
Maka barang siapa yang hijrahnya karena
Allah dan utusanya maka hijrahnya akan
sampai kepada Allah dan utusanya. Dan barang
siapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia,
atau wanita yang akan ia nikahi maka hijrahnya
akan sesuai dengan tujuan itu. H.R,Bukhari
Muslim ).47
(2) Menenentukan waktu yang tepat untuk menghafal AlQur’an menggunakan metode mudarosah adalah hal yang
sangat urgen. Karena waktu berpengaruh kepada kondisi
fisik dan psikologis seseorang. Sebagaimana jika
seseorang makan dan mengisi perutnya lalu meminum
minuman yang berkarborbonasi, maka bagaimana ketika itu, ia dapat menghafal ? selamanya hal tersebut tidak akan
mungkin, karena pada saat itu otak sedang sibuk mencerna
makanan.48
Adapun waktu yang terbaik untuk menghafal AlQur’an menggunakan metode mudarosah adalah waktu
sahur dan setelah subuh. Berkenaan dengan hal ini,
seorang Ulama’ Islam, pendidik yang handal, yang telah
memperoleh gelar Summa Cumlaude saat meraih gelar
magister dengan karya ilmiah yang berjudul “ Seni
mengajar metode Ibnu Jama’ah “ menjelaskan tentang
waktu terbaik untuk menghafal. Ia mengutip perkataan
Ibnu Jama’ah : Waktu yang paling bagus untuk menghafal
adalah waktu sahur. Adapun waktu yang terbaik untuk
melaksanakan penelitian adalah waktu Dzuha. Adapun
waktu yang paling bagus untuk menulis adalah
pertengahan siang, sedangkan waktu yang terbaik untuk
mengkaji dan membaca adalah malam hari.
0 Response to "METODE MUDAROSAH page 1"
Posting Komentar